Signifikansi Hubungan Indonesia-Timur Tengah

BH, 23/07/08

Sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, nampaknya Indonesia perlu terus meningkatkan hubungan kerjasama dengan negara-negara di Timur Tengah.

Negara-negara di kawasan teluk ini bagi masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Setiap tahun dua ratusan ribu jemaah Indonesia pergi ke Mekkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Menurut Suhartono Ronggodirdjo, pengamat Hubungan Internasional, ada empat alasan mengapa wilayah Timur Tengah begitu familiar dan penting bagi masyarakat Indonesia.

Pertama, Timur Tengah merupakan wilayah tempat turunnya agama-agama samawi.

Kedua, Timur Tengah adalah wilayah kaya minyak sehingga secara ekonomis lebih kuat dan kaya dari Indonesia

Ketiga, orang-orang kaya di Timur Tengah perlu tenaga kerja nonformal terutama pembantu rumah tangga dari Indonesia

Keempat,Timur Tengah menarik perhatian karena merupakan wilayah konflik Palestina-Israel.

Dengan empat faktor di atas, sepertinya Indonesia perlu terus meningkatkan kerjasama dengan negara-negara dikawasan ini, tidak hanya dalam bidang politik, tetapi juga bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Keempat alasan diatas perlu dijadikan pijakan oleh bangsa Indonesia dalam membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara Timur Tengah untuk kemaslahatan bersama diantara dua hala.

Sebagai kawasan lahirnya agama-agama samawi terutama Islam, Indonesia harus jeli melihat peluang ini. Ikatan emosional keagamaan nampaknya bisa dijadikan alasan bagi Indonesia dan negara-negara Timur Tengah untuk memperkuat tali persaudaraan saling membantu.

Saling tukar pengalaman dalam meningkatkan toleransi beragama diantara dua hala nampaknya perlu terus dibina.

Tukar pengalaman dalam mengurangi gerakan-gerakan radikal di kedua wilayah juga perlu ditingkatkan untuk menampilkan wajah Islam yang lebih damai dan toleran dimata dunia internasional.

Timur Tengah sebagai penghasil minyak terbesar di dunia dan negara kaya perlu dipertimbangkan oleh Indonesia. Apalagi ditengah harga minyak dunia yang semakin tinggi yang membuat negara-negara di kawasan ini semakin bertambah kaya.

Dengan mengetuk hati sesama negara Islam, Indonesia perlu mengajak negara-negara di Timur tengah untuk membantu saudara-saudaranya yang kesusahan di Indonesia karena harga minyak yang terus naik.

Kerjasama ekonomi dan ’rayuan diplomatis’ untuk menarik para investor kaya dari Timur Tengah untuk menanamkan modalnya di Indonesia perlu dilakukan pemerintah Indonesia.

Dalam hal ini pemerintah Indonesia perlu belajar dari pemerintah Singapura bagaimana negara ini sukses menarik para investor Timur Tengah untuk menanamkan modalnya di Singapura.

Singapura telah berhasil menarik para investor Timur Tengah dan berhasil mengadakan perjanjian lewat forum The Gulf Cooperation Council (GCC) dengan anggotanya yang terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia and the United Arab Emirates. Para diplomat Indonesia jangan malu untuk belajar dari keberhasilan negara jiran ini.

Banyaknya warga Timur Tengah yang memerlukan tenaga kerja baik yang professional maupun tenaga kerja non-formal perlu dilihat oleh Indonesia. Indonesia harus bisa memainkan peranan diplomatisnya dalam meningkatkan bargain dalam bidang ketenagakerjaan dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Indonesia harus mampu menyediakan tenaga kerja untuk bekerja di Timur Tengah, tidak hanya tenaga kerja non-formal seperti pembantu rumah tangga (maid) tetapi juga tenaga kerja professional seperti perawat, dokter, ahli teknik, dan yang lainnya.

Para diplomat Indonesia juga ditantang untuk bisa menyelesaikan masalah ketenagakerjaan terutama tenaga kerja non-formal yang sering muncul di Timur Tengah. Kasus pelecehan dan penganiayaan pembantu asal Indonesia yang sering terjadi perlu dicarikan solusinya oleh para diplomat Indonesia.

Artinya, dalam hal diplomasi, para diplomat Indonesia jangan hanya terfokus pada masalah politik sahaja terutama terlalu fokus pada masalah Palestina. Masalah konflik Palestina-Israel jangan dijadikan satu-satunya perhatian diplomat Indonesia.

Tanpa mengurangi peranan politik dalam menyelesaikan kasus Palestina, perhatian pemerintah dalam hubungan dengan Timur Tengah perlu juga memperhatikan hal-hal yang lain seperti disebutkan diatas.

Perhatian terhadap saling tukar pengalaman dalam mengembangkan toleransi beragama, kecermatan menarik investor ke Indonesia dan negosiasi bidang ketenagakerjaan, nampaknya harus juga menjadi prioritas bagi diplomasi Indonesia di Timur Tengah.

Pada bulan Maret lalu, Presiden Yudhoyono telah melakukan kunjungan ke beberapa negara Timur Tengah sebagai pembuka untuk lebih meningkatkan hubungan diplomatis antara dua hala.

Mudah-mudahan para diplomat dibawahnya mampu meneruskan rintisan Yudhoyono ini untuk terus meningkatkan hubungan diantara dua hala demi kemaslahatan Indonesia dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah.

Meningkatkan hubungan dalam bidang ekonomi nampaknya harus menjadi perhatian bagi para diplomat Indonesia. Jika hubungan ekonomi dengan negara-negara lainnya seperti Amerika, Jepang, Australia dan Singapura sudah begitu baik, nampaknya sudah waktunya bagi Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih intensive ke wilayah Timur Tengah untuk dijadikan mitra bisnis.


2 Responses to Signifikansi Hubungan Indonesia-Timur Tengah

  1. lili says:

    islam harus pinter melakukan pilih untuk menjalankan politik,sosil,budaya,dan ekonomi.say kafir

  2. yryana says:

    apakah manfaat diadakannya persaingan politik di indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: