Pilgub Jatim dan Lumpur Lapindo

BH, 16/07/08

Provinsi Jawa Timur sebentar lagi akan mengadakan pesta demokrasi lokal pemilihan kepala daerah (Pilkada) yaitu pemilihan gubernur untuk jabatan periode 2008-2013.

Hari pemungutan suara sudah ditetapkan yaitu pada tanggal 23 Juli 2008, dan sekarang sedang memasuki masa kampanye dari tanggal 6-19 Juli 2008.

Lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung partai politik telah menyusun visi, missi dan program yang akan ditawarkan kepada masyarakat untuk menarik simpati publik agar memilihnya.

Kelima pasangan calon yang siap berkompetisi tersebut adalah Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (didukung oleh 12 koalisi partai politik termasuk Partai Persatuan Pembangunan, PPP), Sutjipto-Ridwan Hisjam (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PDIP), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Partai Golongan Karya, Golkar), Achmady-Suhartono (Partai Kebangkitan Bangsa, PKB) dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Partai Demokrat, PD-Partai Amanat Nasional, PAN).

Pertanyaannya adalah apa hubungannya antara pemilihan gubernur dan semburan lumpur panas seperti ditulis dalam judul tulisan ini?

Sekilas sepertinya tidak ada hubungan antar pemilihan gubernur dan semburan lumpur panas. Tetapi ketika semburan lumpur yang sudah dua tahun belum juga berhenti itu terjadi di wilayah provinsi Jawa Timur, maka permasalahan lumpur ini menjadi signifikan dan mempunyai nilai politik yang bisa digunakan untuk menarik massa dalam kampanye pemilihan gubernur.

Lumpur panas ini oleh media massa pada awalnya sering disebut dengan nama lumpur Lapindo karena berada dikawasan pengeboran minyak yang dikelola oleh PT. Lapindo Brantas. Tetapi belakangan istilah lain juga muncul di media yang nampaknya dipopulerkan oleh pihak Lapindo dengan memakai nama ’Lusi’ atau Lumpur Sidoarjo. Penamaan ini jelas bermaksud untuk membangun image di masyarakat bahwa lumpur Sidoarjo tidak ada kaitannya dengan PT. Lapindo.

Apapun namanya, permasalahan lumpur panas ini sampai sekarang belum tuntas. Pengadilan belum secara tegas memutuskan siapakah yang harus bertanggungjawab atas semburan lumpur panas ini? Siapa yang harus menanggung kerugian yang diakibatkan oleh semburan lumpur tersebut?

Beberapa pengamat geologi mengatakan bahwa semburan ini disebabkan karena kecerobohan Lapindo dalam melakukan pengeboran minyak yang tidak melalui prosedur yang tepat (human error). Sementara pihak Lapindo berargumen bahwa semburan lumpur tersebut merupakan gejala alam yang disebabkan oleh gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 yang melanda Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya. Memang semburan lumpur baru mulai keluar dua hari setelah gempa Yogya yaitu tanggal 29 Mei.

Lepas dari kontroversi siapa yang harus bertanggungjawab dalam semburan panas tersebut, rakyat di Sidoarjo dilokasi semburan tersebut perlu dengan serius diperhatikan. Meskipun pemerintah sudah memberikan solusi dengan Peraturan Presiden  No 14/2007 agar lapindo memberikan ganti rugi, tapi baru 20 persen yang diterima oleh masyarakat, sisa 80 persen dari nilai kerugian yang diderita rakyat Sidoarjo belum tuntas diselesaikan.

Sekarang, menjelang pemilihan gubernur Jawa Timur, masyarakat Sidoarjo sedang menanti bagaimana solusi yang akan ditawarkan oleh para calon gubernur dalam mengatasi kasus lumpur ini.

Banyak masalah yang belum terselesaikan akibat terjadinya lumpur panas ini. Tidak hanya kerugian pisik dan material tapi juga dampak negatif baik ekonomi, politik maupun kejiwaan penduduk yang terkena semburan lumpur.

Sampai awal tahun 2008 saja kerugian akibat lumpur lapindo menurut Tim Sosial Ekonomi Kelompok Riset Lumpur Lapindo Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sudah mencapai 28, 3 triliun rupiah. Perhitungan ini meliputi perkiraan kerugian aset, perkiraan kerugian ekonomis di lokasi luapan lumpur, dan perkiraan dampak ganda sektoral perekonomian di Jawa Timur.

Artinya, para calon gubernur dalam kampanyenya ditantang untuk memberikan pandangan solusi mereka bagi kasus lumpur Lapindo jika mereka terpilih.

Bagaimana kira-kira pandangan para calon gubernur dalam menyelesaikan masalah-masalah berikut ini yang terkait dengan semburan lumpur:

Pertama, bagaimana menyelesaikan masalah para pengungsi yang belum mendapatkan tempat tinggal yang layak, sarana pendidikan anak-anak dan sarana kesehatan bagi para pengungsi. Misalnya warga Desa Renokenongo yang rumahnya terkena semburan lumpur panas masih ada yang tinggal di pengungsian di Pasar Baru Porong, Sidoarjo.

Kedua, bagaimana menyelesaikan masalah dampak sosial dan kejiwaan bagi masyarakat yang terkena musibah lumpur terutama anak-anak. Kerawanan sosial di tempat pengungsian dan labilnya kejiwaan para korban lumpur harus segera dicarikan solusinya.

Ketiga, bagaimana merealisasikan ganti rugi yang belum sepenuhnya masyarakat terima terutama sisa 80 peratus sisa pembayaran dari Lapindo.

Keempat, bagaimana memperbaiki sarana infrastruktur yang rusak akibat lumpur terutama sarana transportasi baik itu jalan toll dan rel kereta api. Sarana transportasi ini sangat penting untuk kegiatan ekonomi masyarakat Jawa Timur secara umum.

Kelima, bagaimana para calon ini berani berjanji untuk menggunakan daya tawarnya terhadap pemerintah pusat di Jakarta untuk segera bertindak tegas menangani dampak lumpur itu jika nanti terpilih menjadi gubernur.

Kampanye politik seperti inilah nampaknya yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Jawa Timur terutama di daerah Sidoarjo.

Kita lihat bagaimana para calon gubernur mengangkat isu lumpur lapindo ini dalam kampanyenya? Akankah mereka berani mengangkat isu lumpur ini yang semakin hari seolah-olah semakin dilupakan oleh para elit politik di Jawa Timur?

Tentunya isu lumpur ini diharapkan bukan hanya diangkat dalam kampanye sebagai jualan politik sesaat tetapi mereka konsekwen untuk menyelesaikan masalah ini ketika mereka terpilih nanti.

Jika para calon gubernur tidak mampu mengangkat isu ini dalam kampanye apalagi tidak peduli dengan penyelesaian kasus ini ditengah penderitaan para korban lumpur yang tidak memperoleh kepastian kapan masalah mereka akan terselesaikan, jangan salahkan masyarakat di Jawa Timur terutama daerah Sidoarjo dan sekitarnya kalau mereka apatis dan tidak percaya lagi terhadap para elit politik. Masyarakat akan merasa bahwa kepentingan rakyat Sidoarjo dan Jawa Timur tidak diperjuangkan oleh para elit politik di daerahnya.

Kita tunggu, mudah-mudahan setelah pemilihan gubernur ada langkah konkrit yang diusahakan gubernur terpilih dalam menyelesaikan kasus lumpur ini sehingga tidak hanya kepercayaan publik terhadap elit politik menguat tetapi korban lumpur juga akan senang dan merasa menjadi rakyat yang diperhatikan dan dilindungi oleh pemimpinnya.

Mudah-mudahan dari kelima pasangan calon gubernur diatas, yang terpilih adalah gubernur yang kredible dan peduli terhadap penderitaan masyarakat, tidak hanya peduli terhadap korban lumpur di Sidoarjo tetapi juga peduli terhadap rakyat Jawa Timur pada umumnya.


2 Responses to Pilgub Jatim dan Lumpur Lapindo

  1. Tonas says:

    Yang pasti Agenda UTAMA Gubernur “terpilih” adalah MENGEMBALIKAN MODAL KAMPANYE, kalau untuk PROGRAM Masyarakat JATIM Kedepan adalah TETAP dibiar MENGALIR SAMPAI JAUH, Apalagi bagi korban lumpur “tidak-ada” Agenda untuk membantu memperjuangkan Nasib mereka lagi, sebab semua “kandidat Gubernur Jatim” sudah “mendapatkan” jatah “DANA KAMPANYE” dari PENGUSAHA LAPINDO beserta AFILIASI-nya ( Esia, Minarak Lapindo Jaya, Pengembang KNV, dst ).

  2. Tonas says:

    Yang pasti Agenda UTAMA Gubernur “terpilih” adalah MENGEMBALIKAN MODAL KAMPANYE, kalau untuk PROGRAM Masyarakat JATIM Kedepan adalah TETAP dibiarkan MENGALIR SAMPAI JAUH, Apalagi bagi korban lumpur “tidak-ada” Agenda untuk membantu memperjuangkan Nasib mereka lagi, sebab semua “kandidat Gubernur Jatim” sudah “mendapatkan” jatah “DANA KAMPANYE” dari PENGUSAHA LAPINDO beserta AFILIASI-nya ( Esia, Minarak Lapindo Jaya, Pengembang KNV, dst ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: