Kenaikan BBM dan Tuntutan Reformasi II

BH, 04/06/08

Pada tanggal 24 Mei 2008, akhirnya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

Harga bensin yang sebelumnya 4500 rupiah menjadi Rp. 6000, harga solar dari Rp. 4300 menjadi Rp. 5500 dan minyak tanah dari Rp. 2000 menjadi Rp. 2500.

Keputusan berani yang bisa membuat popularitas SBY menurun menjelang pemilihan umum tahun depan direspon oleh banyak kalangan terutama mahasiswa dengan menggelar demonstrasi unjuk rasa. Beberapa unjuk rasa seperti di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta bahkan berakhir dengan bentrokan antara polisi dan mahasiswa.

Dalam unjuk rasa, mahasiwa meminta presiden membatalkan kenaikan BBM, menurunkan harga sembilan bahan pokok (sembako) bahkan meminta Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk turun dari jabatannya karena dianggap menghianati rakyat.

Kenaikan BBM tahun 2008 ini bertepatan dengan peringatan 10 tahun reformasi di Indonesia yang dimotori oleh mahasiswa ketika menurunkan Soeharto pada tahun 1998.

Dengan harga BBM yang mahal, harga-harga barang lainnya juga naik dan akhirnya mengakibatkan bertambahnya kemiskinan, pengangguran dan kesulitan ekonomi yang dahsyat pada masyarakat kelas bawah telah membuat mahasiswa kecewa dan menganggap reformasi tahun 1998 telah gagal dijalankan oleh pemerintah dan elite politik.

Mahasiswa bahkan mulai meneriakkan kembali perlunya reformasi jilid II untuk melanjutkan reformasi 1998 yang diantaranya menuntut penegakan supremasi hukum, pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), pengadilan Soeharto dan kroninya, pencabutan dwifungsi ABRI, dan pemberian otonomi daerah seluas-luasnya.

Intinya tuntutan reformasi itu terbagi kepada tiga bidang yaitu politik, hukum dan ekonomi yang tujuan utamanya adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur, adil dan sejahtera. Melihat kemampuan ekonomi rakyat semakin menurun maka tujuan reformasi dipandang belum tercapai.

Dimata Bapak reformasi Prof. Amien Rais, selama sepuluh tahun memang reformasi sudah membawa perubahan terutama bidang politik. Tetapi dua bidang yang lainnya yaitu hukum dan ekonomi masih mengkhawatirkan.

Agenda reformasi yang telah berjalan, menurut Amien, antara lain konstitusi yang telah diamandemen; dihapusnya dwifungsi ABRI; tak ada lagi pembungkaman pers; dan Aceh yang berhasil ditangani dengan baik.

Seperti halnya Amien, mantan aktivis mahasiwa 1998 Rama Pratama, yang juga anggota parlemen dari PKS, menilai bahwa reformasi dalam bidang politik cukup berhasil terbukti dengan adanya keterbukaan, kebebasan pers, demokratisasi sistem, dan pemilu yang bebas dan adil. Sementara reformasi dalam bidang ekonomi dan hukum masih negatif hasilnya.

Artinya, reformasi 1998 memang telah mengantarkan Indonesia menjadi negara yang demokratis, tapi masih bersifat demokrasi procedural. Sementara inti demokrasi (substansial) yaitu terciptanya keadilan, kemakmuran dan kemajuan ekonomi yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia belum tercapai.

Reformasi ditujukan untuk memperbaiki kondisi masyarakat menjadi maju dan hidup layak secara ekonomi, bukan hanya sebatas kebebasan berekspresi dan demokrasi dalam bidang politik sahaja. Demokrasi tanpa melahirkan kesejahteraan dan kemakmuran secara ekonomi adalah nonsense.

Nampaknya kekecewaan masyarakat dan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM akan dijadikan pintu masuk oleh mahasiswa menuntut kembali adanya gerakan reformasi jilid II.

Reformasi dalam bidang hukum terutama menyeret para koruptor ke pengadilan akan menjadi agenda reformasi jilid II. Usaha pemerintah membawa koruptor ke pengadilan masih dipandang belum cukup oleh mahasiswa dan masyarakat. Koruptor yang dijerat hukum masih sebatas koruptor ’kelas teri’.

SBY dipandang masih kurang berani menyeret para koruptor kelas ’kakap’ yang banyak merugikan negara terutama dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menghabiskan dana triliunan rupiah. Padahal jika para koruptor ini dijerat ke pengadilan dan mengembalikan uangnya ke negara, maka uang itu bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat.

Reformasi bidang ekonomi pun masih menjadi sorotan para aktivis mahasiswa. Masyarakat masih melihat bahwa dalam bidang ekonomi, Indonesia masih ’dijajah’ oleh perusahaan-perusahaan asing.

Kekayaan negara terutama emas, minyak bumi dan barang tambang lainnya yang seharusnya dikelola negara untuk kemakmuran rakyat seperti amanat Undang-undang Dasar 1945 masih dikelola oleh perusahaan-perusahaan asing.

Kekayaan tambang emas di Papua (Irian Jaya) yang bisa menghasilkan devisa negara yang besar masih dikelola oleh PT. Freeport dari Amerika. Begitu juga beberapa tambang minyak bumi masih dikelola oleh pihak asing seperti Exxon Mobil.

Ketergantungan yang sangat besar terhadap perusahaan-perusahaan asing dipandang oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai kegagalan pemerintah dalam melakukan reformasi bidang ekonomi.

Nampaknya jika tuntutan mahasiswa tidak direspons dengan bijaksana oleh Presiden Yudhoyono, bukan tidak mungkin bahwa reformasi jilid II akan lahir dari tangan-tangan mahasiswa.

Hanya saja, mahasiswa harus berhati-hati, jangan sampai ide reformasi jilid II yang ditujukan untuk membela masyarakat bawah ditunggangi oleh para opportunis politik untuk keuntungan pribadi, apalagi menjelang pemilihan umum 2009.

Mahasiswa harus mampu mensuarakan tuntutan reformasi Jilid II dengan damai dan ellegant, bukan dengan cara kekerasan dan perusakan fasilitas umum yang justru akan menodai gerakan reformasi. Jika gagal mengedepankan tuntutan reformasi secara damai, maka mahasiwa tidak akan mendapatkan simpati dari masyarakat luas. Kita lihat, mungkinkah reformasi Jilid II yang dimotori mahasiswa akan terjadi di Indonesia?


5 Responses to Kenaikan BBM dan Tuntutan Reformasi II

  1. satochid says:

    langkah reformasi memang perlu ditegakkan dengan benar. Sya pikir proses tersebut saat ini telah dilakukan dengan benar cuma mahasiswa tang tidak sabar dan kurang mendukung caranya. berikankah masukan ke sby langkah yang baik, jangan asal demo2 yang merusak citra dan tujuan anda dengan merusak membakar dan lain2 itu tidak menyelesaikan masalah malah menyengsarakan rakyat.

    Coba pikir betul2 dengan hati nurani yang jernih apakan langkah yang dilakukan saat ini sudah melalui jalur yang benar? saya rasa sudah tepat dan mari kita dukung dengan cara yang positif dengan meneliti kembali apa2 yang oleh pemimpin terdahu lakukan sudah benar atau malahan membebani pemerintahan saat ini. Negara tidak punya dana sama sekali untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang berarti. Artinya harus dilakukn gerakan yang positif dan dengan mengautkan perekonomian terlebih dahulu. baru langkah berikutnya dilakukan mari kita belajat manajemen strategi dan manajemen krisis secara benar dan untuk tujuan yang benar. Bukan seperti jaman orde baru sampai tahun 2003 ytl yaitu melakukan rencana yang benar untuk tujuan yang negatif.. Demikianlah semoga ulasan saya ini menjadikan kita semua sadar dan berjuang. Dengan asumsi jangan melihat nama siapa saat ini yang menjadi pemimpin , siapapun kita harus mendukungnya. adil kan , wasaalam selamat menunakan ibaah puasa. amien.

  2. satochid says:

    Persoalan kenaikan BBM anda pasti mengetahui bahwa kondisi keuangan negara saat ini sangat miskin dengan adanya banyaknya para pemimpin yang mengaku reformis tapi justru berbuat menyengsarakan masyarakat. Kenaikan BBM tersebut tidak bisa ditunda lagi yang seharusnya menteri keuangan c/q pemerintah sebaiknya aat sebelum menaikkan bbm memberikan penjelasan nota keuangan negara kepada masyarakat melalui pimpinan dpr, dpd dprd dan gubernur serta menteri2 mensosilisikan sert amengadakan evaluasi situasi dan kondisi masyaarakat serta kemampuan untuk menaikkan bbm dan yang paling penting adalah adanya kontrol pemerintah baik pusat maupun daaerah agar jangan terjadi lonjakan kenaikan 9 bahan pokok yang dapat memporak porandakan jadual dan rencana yang mulia itu (menaikkan bbm untuk mengatasi apbn). jadi intinya pogran terperinci dan ketulusan daerah dan pusat untuk berbuat baik bagi masyarakat, gitu. wassalam

  3. satochid says:

    Saya sangat prihatin terhdap kepemimpinan sekarang yang terlalu banyak yang iri>>>
    dan tidak fair menilai program2 yang baik.
    Coba kita simak tujuan reformasi itu ada 3 (ekonomi, politik dan hukum) ketiganya sangat paarah perlu program yang tegas.
    mari kita ambil contoh2 yang baik dari Soekarno dan Suharto dua2nya pemimpin kaliber dunia yang perlu dicontoh tapi perbuatan mereka yang jelek diabaikan ambillah yang baik2 saya pasti kita akan maju. merdeka.

  4. satochid says:

    no comment n finish

  5. satochid says:

    Kenaikan BBM saat ini dan tuntutan refrmasi itu ada keterkaitan yang sangat erat dan ini perlu dibuktikan secara ilmiah. Akan tetapi maaf saya sendiri belum melakukan kajiannya .Pastinya perlu dilakukan oleh siapa saja yang mampu untuk itu.
    kenaikan BBM menurut saya merupakan tindakan yang benar tapi pada tempo yang salah dan tuntutan reformasi adalah tuntutan dari hati nurani rakyat yang saat itu sangat tertindas , dengan adanya korupsi yang meraja lela dan utang negara yang sangat besar nilainya .
    Sedangkan,
    Untuk menghilangkan subsidi BBM perlu diimbangi dengan alasan yang benar dan tepat. Ka rena subsidi itu sebenarnya hak rakyat untuk mendapatkannya barang yang murah sesuai dengan kemampuannya tapi dalam kondisi negara yang miskin. Apabila BBM dinaikkan dengan alasan harga didalam negeri jauh lebih murah dari luar negeri itu ada benarnya. Akan tetapi apakah sudah waktunya kita berbuat itu? perlu dijabarkan mungkin dimulai dari korelasinya terhadap:
    1. Daya beli masyarakat
    2. Dampak domino kenaikan terkadap 9 bahan pokok
    3. Dampak terhadap distribusi ke daera2 terpencil dll
    4. Kemungkinan untuk diselewengkan, diselundupkan dll perlu dicegah.
    5. Apakah kenaikan tersebut hanya untuk kendaraan pribadi bukan untuk umum (perlu pengawasan yang baik dan tegas terhadap penyelewengn)
    6. Apakan aparat kepolisian, abri dan masyarakat bisa melakukan pengawasan yang benar.
    Sekali lagi perlu segera didakan penelitian ilmiah tentang ini . wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: