Bandung dan KAA

BH, 16/04/08

Ketika mendengar kata Bandung, bagi kebanyakan orang Singapore hal ini identik dengan segelas minuman yang terbuat dari susu, soda dan rose syrup. Padahal di kota Bandung tempat saya berasal justeru tidak ada minuman seperti ini yang dinamakan sirop Bandung.

Saya tidak tahu darimana sebenarnya asal-usul kata minuman Bandung ini terkenal di Singapore? Apakah karena dalam sejarahnya minuman ini diperkenalkan oleh orang Bandung yang datang ke Singapore atau kata ini diadopsi dari orang Malaysia, sebab nama minuman Bandung juga terkenal di Malaysia.

Karena cukup terkenal, maka sangat mudah untuk mendapatkan minuman ini dan bisa ditemui di hampir semua penjual minuman di kedai-kedai makanan atau hawker di Singapore.

Bagi orang Indonesia, kata Bandung identik dengan sebuah kota di daerah pegunungan dengan udara dingin yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Orang-orang Belanda menyebut Bandung sebagai Paris van Java atau kota Paris di pulau Jawa. Sebutan ini dikarenakan Bandung sejak dahulu dikenal sebagai kota tujuan wisata, kota belanja, kota model dan fashion.

Ketika orang-orang Belanda dari Jakarta pada zaman penjajahan sering pergi ke Bandung mereka mendapatkan banyak barang-barang impor dari Prancis di Bandung. Hal ini juga yang menyebabkan Bandung dinamakan Paris van Java.

Sampai sekarang, dalam liburan akhir pekan (weekend) banyak warga Jakarta yang berlibur ke Bandung untuk berbelanja terutama pakaian karena banyaknya mode-mode pakaian baru yang kreatif yang muncul di kota Bandung.

Pada bulan April, banyak momen sejarah yang berkaitan dengan kota Bandung. Pada bulan ini tepatnya tanggal 20 April sering diperingati sebagai hari lahirnya kota Bandung. Menurut catatan sejarah, pada 20 April ini kota Bandung sudah berusia 367 tahun.

Pada bulan April juga Bandung pernah menorehkan sejarah, bukan hanya bagi Indonesia tapi juga bagi negara-negara di Asia-Afrika. Karena pada tanggal 18-25 April 1955, di kota ini pernah diselenggarakan Konfrensi Asia Afrika (KAA) yang dihadiri oleh 29 negara.

Hasil dari konfrensi bersejarah bagi negara-negara Asia-Afrika tersebut lebih banyak dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung atau sepuluh prinsip hasil pertemuan Bandung yaitu 1)Menghormati hak-hak dasar manusia, 2) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa, 3) Mengakui persamaan semua suku bangsa besar maupun kecil, 4) Tidak melakukan campur tangan urusan dalam negeri negara lain, 5) Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri 6) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, 7) Tidak melakukan ancaman agresi terhadap kemerdekaan suatu negara, 8) Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, 9) Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama dan 10) Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.

Nampaknya hasil pertemuan Bandung 53 tahun yang lalu masih relevan bagi peta politik dunia saat ini terutama bagi negara-negara Asia-Afrika.

Karenanya adalah sangat penting bagi negara-negara di Asia-Afrika untuk mengenang kembali dan memikirkan signifikansi Dasasila Bandung ini.

Untuk sekarang semangat nasionalisme Asia yang membebaskan negara-negara Asia-Afrika dari kolonialisme Eropa pada tahun 1940 dan 1950-an harus dibangkitkan kembali dalam upaya membebaskan rakyat Asia dari kemiskinan.

Negara Asia-Afrika yang kebanyakan termasuk negara berkembang dan terbelakang (kecuali Singapore), perlu membangun persatuan sebagai prasyarat pembangunan ekonomi

Negara Asia-Afrika harus sadar, bahwa negara-negara Barat mampu mendikte negara-negara berkembang karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mereka.

Pemimpin negara Asia-Afrika di zaman sekarang harus terus mengadakan pertemuan-pertemuan tukar pikiran dan informasi untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Negara Asia-Afrika harus sadar bahwa dalam kerja sama ekonomi tidak dikenal diskriminasi ras, suku, golongan dan agama.

Dalam perkembangan politik global yang berubah sangat cepat, kerjasama antara negara-negara Asia dan Afrika harus terus dikampanyekan.

Persatuan rakyat Asia-Afrika ini juga menjadi penting menghadapi kenyataan bahwa negara yang kuat hampir selalu bisa memaksakan kehendak dan kemampuan mereka menguasai sumber daya ekonomi dan teknologi.

Bangsa Asia-Afrika harus terus menyadari bahwa bentuk imperialisme dan kolonialisme “baru” berupa beban utang dan ketidakmampuan bersaing masih terjadi sampai sekarang. Sebagaimana peringatan dari Presiden pertama Indonesia Soekarno dalam pidato pertemuan tersebut. Soekarno mengatakan: “…dalam memandang kolonialisme hendaknya jangan diartikan dalam bentuk klasiknya saja, namun dalam bentuk baru seperti kontrol ekonomi, penguasaan intelektual, dan penguasaan materiil yang nyata. Ia merupakan musuh yang licin dan tabah, dan menyaru dengan berbagai cara….”

Untuk itu momentum memperingati hari lahir Dasasila Bandung yang ke 53 ini harus bisa menimbulkan kesadaran bagi bangsa-bangsa Asia Afrika untuk bisa terus bekerja sama dalam berbagai bidang, politik, ekonomi, kebudayaan dan pertahanan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Dasasila Bandung sebagai hasil penting pertemuan Konfrensi Asia Afrika seperti perdamaian, kerja sama dan persahabatan serta penghormatan terhadap integritas teritorial dan pengakuan terhadap kesamaan ras tetap memiliki makna yang teramat penting untuk negara-negara di kawasan Asia Afrika.

Semangat Dasasila Bandung harus bisa mengubah masyarakat Asia- Afrika yang sedang menghadapi tantangan-tantangan besar, terutama dalam bidang ekonomi dan pembangunan, perdamaian dan keamanan global, khususnya terorisme.

Mudah-mudahan dengan mengingat kembali Konfrensi Asia-Afrika dengan Dasasila Bandung-nya, rakyat di Asia-Afrika khususnya di kawasan Asia Tenggara tidak hanya mengenal Bandung sebagai nama minuman sahaja tetapi lebih jauh mengenal kota Bandung sebagai kota sejarah yang telah melahirkan kesadaran politik bagi bangsa-bangsa di Asia-Afrika untuk berperan aktif dalam percaturan politik global.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: