PMB: Partai Alternatif Warga Muhammadiyah?

BH, 06/03/08

Menghadapi Pilihan Raya 2009, partai-partai baru bermunculan di Indonesia. Ada lebih dari 60 partai baru yang sudah mendaftar ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk diverifikasi apakah bisa ikut bertanding pada pilihan raya tahun hadapan atau tidak.

Diantara partai baru yang banyak diperhitungkan adalah munculnya Partai Matahari Bangsa (PMB). Nampaknya partai ini akan dengan mudah lolos menjadi partai peserta pemilu karena sudah mempunyai kepengurusan di 25 propinsi, serta 289 kepengurusan di tingkat Kabupaten/Kota.Undang Undang Partai Politik (UU no 2 tahun 2008) mensyaratkan bagi partai baru yang ingin mengikuti pilihan raya minimal harus mempunyai pengurus di 60% dari jumlah 33 provinsi dan 50% dari jumlah 440 kabupaten/kota di Indonesia.

PMB didirikan oleh mantan aktivis muda Muhammadiayah seperti Imam Addaruqudni (Ketua Umum Partai), yang pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (1998-2002) dan Ahmad Rofik (Sekretaris Jenderal) mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (2003-2006). Selain kedua orang tersebut, partai ini banyak didukung oleh anak-anak muda mantan aktivis Muhammadiyah.

PMB berasaskan ‘Islam Berkemajuan’ yang ditafsirkan sebagai Islam kontekstual dan kritis. Dalam Anggaran Dasar partai ini disebutkan bahwa Islam Berkemajuan adalah Islam yang menjadikan dimensi sosial dan kemanusiaan sebagai tujuan akhir dari proses panjang peribadatan hamba kepada Allah swt. Mereka ingin menampilkan Islam yang moderat dan ramah dalam relasinya dengan kelompok dan komponen bangsa lainnya. PMB bertujuan mewujudkan misi Islam berkemajuan menuju masyarakat utama, adil, makmur dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Hubungannya dengan Muhammadiyah?

Meskipun didirikan oleh kader-kader muda Muhammadiyah, PMB tidak memiliki hubungan struktural dengan Muhammadiyah. Karenanya, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin menyebutkan bahwa posisi Muhammadiyah tetap netral tidak berpihak kepada salah satu partai politik dan Prof. Din mempersilahkan warga Muhammadiyah untuk memilih partai manapun yang ada di Indonesia. Muhammadiyah adalah organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia yang mempunyai lebih dari 30 juta pengikut lahir pada tahun 1912.

Meskipun secara struktural PMB tidak mempunyai hubungan dengan Muhammadiyah, tapi secara pribadi nampaknya Prof. Din mendukung lahirnya PMB. Ini terbukti dengan diterimanya pimpinan PMB beraudiensi dengan pimpinan Muhammadiyah pada 20 February 2008 lepas. Mengapa Pak Din seolah mau mendukung keberadaan PMB?

Baik PMB maupun Prof. Din bisa diuntungkan dengan pertemuan tersebut. Bagi PMB pertemuannya dengan pimpinan Muhammadiyah bisa membuat partai tersebut semakin dekat dan didukung oleh warga Muhammadiyah. Dan bagi Pak Din sendiri bisa jadi PMB mau mendukungnya pada pencalonan presiden tahun hadapan. Meskipun belum resmi mengikrarkan diri, nampaknya Pak Din cukup berminat dan juga cukup diperhitungkan kalau mau mencalonkan diri menjadi presiden atau wakil presiden.

Dalam pertemuan itu Prof. Din memberikan dua pernyataan yang cukup bijaksana. Pertama, Pak Din memberikan dukungan moral bagi keberlangsungan masa depan PMB. Beliau berharap agar PMB bisa menjadi partai yang besar dan ikut pada pilihan raya.

Kedua, Prof Din meminta agar PMB tidak perlu mengklaim dukungan Muhammadiyah. Tetapi cukup menunjukkan citranya sebagai partai Islam yang konsisten menjalankan nilai-nilai moral yang dipegang Muhammadiyah supaya warga Muhammadiyah simpati dan mau mendukung PMB.

Nampaknya Pak Din dengan cantik memainkan perannya sebagai pribadi dan sebagai ketua umum Muhammadiyah. Sebagai pribadi Pak Din tentunya berhak untuk mendukung keberadaan PMB. Tetapi sebagai pimpinan Muhammadiyah Pak Din juga harus bisa bersikap netral tidak berpihak secara politik, karenanya beliau mengharapkan PMB tidak mengklaim sebagai partai yang didukung Muhammadiyah.

Mengapa kalangan muda Muhammadiyah mendirikan PMB? Bukankah pada awal reformasi 1998 telah lahir Partai Amanat Nasional (PAN) yang dibidani oleh mantan Ketua Umum Muhammadiyah yaitu Prof. Amien Rais?

Nampaknya kelahiran PMB merupakan kritik atas keberadaan PAN yang berasas nasionalis, kurang mewakili dan kurang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Muhammadiyah sehingga kurang mendapat dukungan warga Muhammadiyah. Dengan lahirnya PMB diharapkan warga Muhammadiyah akan mempunyai alternative pilihan partai politik dalam menyuarakan kepentingan warga Muhammadiyah.

PMB berlambang gambar matahari dengan sinar berwarna merah. Matahari melambangkan sumber cahaya yang menjadi lentera bagi seluruh anggota partai dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Warna Merah adalah simbol keberanian dan tekad yang kuat dalam memerangi kedzaliman dan kemunkaran. Ketika PAN juga bersimbol gambar matahari tetapi dengan latarbelakang warna biru, apakah ini menunjukkan bahwa PMB akan lebih berani dari PAN dalam memerangi kemunkaran? Yang pasti gambar matahari merupakan symbol bahwa kedua partai itu ingin dikaitkan dengan organisasi Muhammadiyah yang juga bergambar matahari dengan latar belakang hijau.

Akhirnya mungkinkah PMB akan didukung oleh warga Muhammadiyah pada pilihan raya tahun hadapan? Kalau PAN yang didirikan oleh mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Amin Rais saja kurang mendapat dukungan dari warga Muhammadiyah, bagaimana dengan PMB yang didirikan oleh kader-kader muda Muhammadiyah, akankah warga Muhammadiyah mendukungnya? Mungkinkah pendukung PAN akan berpindah mendukung PMB atau justru PAN yang akan menjadi lebih baik performance-nya karena merasa ada saingin dari PMB yang mencoba menarik simpati warga Muhammadiyah?

Adalah tantangan bagi partai baru PMB untuk terus mensosialisasikan visi, misi dan program partainya terutama kepada warga Muhammadiyah. PMB juga harus bisa meyakinkan para sesepuh Muhammadiyah termasuk Amien Rais bahwa partai ini akan memperjuangan kepentingan Muhammadiyah lewat jalur politik, kalau ingin mendapat simpati warga Muhammadiyah.

Terlepas dari apakah warga Muhammadiyah mau mendukung PMB atau tidak, yang pasti kemunculan PMB yang dimotori oleh tokoh-tokoh muda berlatarbelakang Muhammadiyah telah membawa angin segar bagi warga Muhammadiyah untuk menambah alternative pilihan mereka dalam pesta demokrasi tahun hadapan. Wallahu A’lam.


¨

One Response to PMB: Partai Alternatif Warga Muhammadiyah?

  1. # MUHAMMAD SAID. S.Ag
    # CALEG DPR RI PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) DAPIL GRESIK – LAMONGAN
    # Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: