Surga dan Neraka dalam Syair Lagu

BH, 14/01/08

Surga dan neraka adalah dua kata yang paling sering disebut dalam agama-agama besar di dunia. Tidak hanya dalam Islam, dua kata ini juga popular dalam agama lain meskipun dengan istilah yang terkadang berbeda. Surga merujuk kepada tempat yang indah dimana orang-orang yang ketika hidupnya beramal sholeh  akan kembali. Sebaliknya neraka adalah tempat disiksanya orang-orang yang berbuat jahat dan durhaka di akhirat kelak.

Selain popular dikalangan ulama atau agamawan, dua kata ini juga sering dipakai oleh para artis untuk dijadikan judul lagu atau bait-bait syair dalam lagu yang diciptakan oleh para pencipta lagu.

Diantara penyanyi yang membawakan syair yang mencantumkan kata surga dan neraka adalah Chrisye dan Lennon. Chrisye yang nama lengkapnya Chrismansyah Rahadi adalah salah seorang legendaris musik pop Indonesia. Dua puluh lapan album telah dihasilkannya sepanjang karirnya dalam bermusik sebelum wafat pada 30 Maret 2007.

Sementara Lennon adalah vokalis group the Beatles. Group band kondang asal Inggris yang dibentuk kira-kira tahun 1959 ini beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr. Di jamannya, group ini sangat digandrungi, tidak hanya oleh para Beatlemania di Inggris, dan Amerika, tapi juga diseluruh dunia.

Dua musisi yang melegenda di masing-masing jaman dan tempatnya ini pernah melantunkan lagu yang menyebutkan kata surga dan neraka. Meskipun dua-duanya menyebut surga dan neraka tapi kelihatannya maksud dan penekanan kedua artis legendaris itu berbeda. Hal itu tampak wajar karena keduanya memang hidup di jaman, tempat dan audience yang berbeda pula.

Lagu yang saya maksud menyebut kata surga dan neraka pada album Lennon adalah lagu yang berjudul imagine. Inilah awal lirik lagu tersebut:

 Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us only sky

Dalam lagu ini, Lennon membayangkan kalau tidak ada surga dan neraka di akhirat kelak. Baginya surga dan neraka ternyata bisa membuat sekat-sekat antar manusia. Lennon bahkan memilih untuk tidak ada negara dan agama sebagai prasyarat manusia hidup damai. Agama dan negara nampaknya bagi Lennon akan memicu persaingan dan permusuhan. Orang akan berperang karena mempertahankan negara dan agama demi mencapai surga. Jika tak ada surga dan neraka, taka ada alasan bagi umat manusia untuk berperang. Saling membunuh, keserakahan dan kelaparan di dunia ini dalam pandangan Lennon salahsatu penyebabnya adalah agama dan kekuasaan negara. Borderless state dan global citizen nampaknya dipandang Lennon sebagai salah satu alternative untuk menciptakan dunia yang damai.

Meskipun demikian, Lennon mengakui bahwa idenya ini susah untuk diterima dan direalisasikan dalam masyarakat. Tak heran kalau Lennon sendiri mengakui bahwa dirinya hanyalah ‘seorang pemimpi’ tapi dia juga yakin kalau suatu saat akan banyak yang setuju dan mengikuti pemikirannya. Dari lagunya ini, kelihatannya kita bisa berasumsi bahwa Lennon adalah sang pemuja ‘atheism’. Baginya tak perlu agama dan tak perlu sekat-sekat suku bangsa untuk perdamaian dunia.

Berbeda dengan Lennon, lirik lagu yang dibawakan Chrisye justru sebaliknya. Chrisye nampaknya mau mengajak manusia untuk menyerahkan sepenuh jiwa dan raganya demi pengabdian kepada Tuhan. Amatilah bait-bait lagu berikut ini:

Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya

Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga

Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya

Chrisye seolah mengingatkan para hamba Tuhan untuk bertanya sejauhmana keikhlasannya mengabdi kepada Sang Kholik. Apakah ibadah manusia yang dilakukannya hanya sebatas mengharapkan masuk surga dan takut dimasukkan ke neraka? Chrisye seolah mengajak manusia untuk mencapai hakikat spiritual tertinggi sebagaimana dilakukan para sufi yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan karena cinta, bukan karena mengharap pahala dan takut akan siksanya. Nampaknya lagu ini terinsforasi syair-syair sufistik Robiah al-Adawiyah yang terkenal itu. Al-Adawiah berdoa kepada Tuhan dalam syairnya bahwa jika dia menyembah Sang Kholik karena takut daripada api neraka maka bakarlah dia di dalamnya! Dan jika dia menyembah-Nya kerana tamak kepada syurga-Nya maka haramkanlah dia daripadanya!

Dua kata surga dan neraka dalam lagu Chrisye dan Lennon itu di jaman sekarang mempunyai pengagumnya masing-masing. Bagi seorang Muslim, nampaknya akan sangat indah kalau mengikuti anjuran Chrisye yaitu beribadah dengan ikhlas dalam mengabdi kepada Allah. Wallahu A’lam.





One Response to Surga dan Neraka dalam Syair Lagu

  1. veuster says:

    Terima kasih atas segala kebaikan anda dan saya semakin tahu bagaiimana saya harus berbuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: