Berharap Kepada Kevin Rudd

PR, 26/11/07

“I wish him well in the task that he will undertake,” Mr Howard said. “We bequeath to him a nation that is stronger and prouder.”

Itulah kalimat yang diucapkan oleh John Howard terhadap rivalnya Kevin Rudd, menanggapi kekalahan partainya pada pemilu yang dilaksanakan Sabtu, 24 November 2007. Kutipan yang diambil dari the Sydney Morning Herald tersebut menunjukkan bahwa Howard dengan jantan menerima kekalahannya sekaligus harapannya akan Australia yang lebih baik.

Kekalahan Howard sudah diprediksi oleh beberapa lembaga survei di Australia. Lembaga survei Herald Nelson, misalnya, menyebut bahwa Howard akan dikalahkan dengan persentase hanya 52% warga Australia akan memilihnya dan pemimpin Partai Buruh Kevin Rudd akan memenangi dengan 57% suara. Beberapa agen judi di Australia, mengunggulkan Rudd untuk memimpin Australia dengan perbandingan 3:4.

Disebut-sebut, jumlah uang yang terkumpul untuk menebak kemenangan Rudd tersebut kira-kira tujuh juta dolar Australia. Angka itu merupakan jumlah tebakan terbesar ketiga di Australia, setelah tebak-tebakan pada kegiatan Melbourne Cup (lomba balapan kuda) dan Tenis Australia terbuka, yang memang banyak penggemarnya dan merupakan pertandingan pembuka seri tenis grand slam tahunan selain Wimbeldon, Prancis, dan Amerika terbuka.

Faktor kekalahan

Sebagai orang yang pernah tinggal di Australia, saya melihat beberapa faktor yang membuat Howard kalah.

Pertama, harapan timbulnya pemimpin baru dan ingin perubahan. Betul bahwa di bawah kepemimpinan Howard, stabilitas ekonomi dan keamanan Australia sangat baik. Hanya saja, kalangan pemilih muda menginginkan perubahan pemimpin di negeri mereka.

Kejenuhan melihat wajah lama membuat para pemilih mengharapkan pemimpin baru yang punya kebijakan yang berbeda dengan Howard, baik kebijakan ekonomi maupun politik domestik dan internasional.

Kedua, kebijakan politik luar negeri Australia kelihatan cenderung mengekor George W. Bush, sehingga sering keluar sindiran kalau Howard adalah ”hewan piaraan” Bush di Asia. Orang Australia percaya bahwa pengiriman pasukan ke Irak telah mencoreng Australia di mata internasional. Apalagi terbukti, perang di Irak bukan solusi terbaik memerangi terorisme.

Ketiga, kebijakan Howard yang seolah-olah memosisikan Australia cenderung lebih menengok ke Amerika dan Eropa, bukan Asia oriented. Banyak kalangan di Australia yang merasa gerah dengan kebijakan luar negeri seperti ini. Mereka sadar, tetangga terdekatnya adalah penduduk di Asia. Howard sebenarnya perlu merangkul dengan bekerja sama lebih erat dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Indonesia.

Tentunya, ada alasan lain yang membuat warga Australia menaruh harapan pada pemimpin baru dari partai buruh. Janji-janji politik yang ditawarkan Kevin Rudd, sepertinya menyedot perhatian warga Australia. Dalam beberapa kampanyenya, Rudd menawarkan beberapa janji untuk memperbaiki Australia. Di antaranya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan program pengayaan sumber air.

Dalam bidang pendidikan, Rudd menawarkan rencana revolusi pendidikan. Rudd akan menginvestasikan kurang lebih satu setengah juta dolar pada setiap sekolah menengah di Australia. Ada 2.650 sekolah menengah di Australia, di setiap sekolahnya akan dibangun trade training centre. Rudd juga menjanjikan adanya 50% education tax refund (pengembalian pajak pendidikan) untuk membantu keluarga yang kurang mampu dalam mengakses fasilitas pendidikan.

Di bidang kesehatan, pemimpin baru itu juga berjanji akan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi publik, terutama meningkatkan subsidi bagi asuransi kesehatan dan memperbanyak sarana age-care (panti jompo) yang dianggap kurang memadai pada saat ini.

Rudd juga ternyata jeli dalam melihat krisis air yang menimpa Australia. Pada masa Howard, kebutuhan air bersih warga bukannya tidak terpenuhi. Namun, kekeringan telah memaksa pemerintahan di beberapa negara bagian melakukan program penghematan air dengan membatasi warganya menyiram tanaman dan mencuci mobil pada waktu tertentu.

Menghadapi krisis seperti ini, Rudd menawarkan program dengan menjanjikan investasi satu miliar dolar untuk mendorong projek desalinasi dan recycle air di seluruh Australia. Dia juga berencana menginvestasikan dua ratus lima puluh juta dolar untuk projek penambalan pipa-pipa air yang bocor.

Sepertinya, program-program yang ditawarkan Rudd, di mata pemilih Australia termasuk realistis dan menjanjikan. Makanya tak heran kalau rakyat berbondong-bondong mendukungnya sejak kampanye pemilu dimulai.

Harapan baru

Tentunya kehadiran pemimpin baru dari Partai Buruh Kevin Rudd, memunculkan harapan baru tidak hanya bagi rakyat Australia tapi juga bagi negara tetangganya.

Seperti harapan Howard dalam ucapan selamatnya, rakyat Australia mengharapkan Kevin Rudd bukan hanya mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri, tetapi mengangkat citra Australia di mata internasional

Rudd, diharap tidak mengulangi kesalahan pendahulunya untuk terlalu mengekor kebijakan AS. Rudd justru diharapkan mampu menjadi penyeimbang kebijakan AS dan punya posisi yang netral, punya sikap. Sepertinya Rudd paham itu. Kejatuhan Howard semakin menguatkan asumsi bahwa politikus dunia yang mengikuti kebijakan Bush, lambat laun akan berjatuhan. Setelah Tony Blair yang mengundurkan diri, kini Howard, nanti siapa lagi.

Bagi Indonesia, pemimpin baru Australia diharap mampu meningkatkan hubungan bilateral yang lebih bersahabat dan sejajar seperti yang dilakukan Paul Keating, pendahulunya dari Partai Buruh.

Semasa pemerintahan Keating, hubungan bilateral Indonesia-Australia dianggap sebagai masa paling baik. Rudd diharapkan mampu menghilangkan rasa saling curiga tidak hanya di antara elite politik dua negara, melainkan juga di antara penduduknya. Rudd, diharapkan mampu menjelaskan rasa curiga orang Australia terhadap adanya kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang mengancam kepentingan Australia, terutama setelah kejadian Bom Bali yang menewaskan banyak warga Australia.

Akhirnya kita berharap, mudah-mudahan Rudd mampu memberikan angin segar perubahan dan merealisasikan janji-janjinya. Tidak hanya bagi kemakmuran warganya Australia, tapi bagi hubungan luar negeri Australia terutama dengan Indonesia. Peran politik luar negeri Australia di skala internasional, sangat diharapkan untuk perdamaian dan kemakmuran dunia pada umumnya. Selamat bekerja Mr. Perdana Menteri!***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: