Dinasti Sipil vs Purnawirawan

BH, 30/01/08

Pemilihan presiden di Indonesia memang baru akan dilakukan pada tahun depan, tepatnya April 2009. Tetapi masing-masing partai politik termasuk individu-individu yang berminat menjadi presiden sudah mulai bermunculan.

Ada hal yang menarik dalam munculnya calon-calon presiden Indonesia yaitu munculnya anak-anak mantan presiden jika dari kalangan sipil dan munculnya para purnawirawan jenderal dari kalangan militer yang disebut-sebut sebagai calon presiden 2009.

Dinasti Sipil

Munculnya para calon dari keturunan yang mempunyai ‘darah biru’ keluarga presiden memang bukanlah hal yang aneh. Di Amerika dikenal dinasti Kennedy,Bush juga Clinton yang sekarang sedang ikut meramaikan kampanye calon presiden. Di India ada dinasti Nehru dan Gandhi, di Pakistan ada dinasti Butho, dan di Philippina ada dinasti Macapagal.

Di Indonesia, beberapa anak mantan presiden juga mulai ramai dibicarakan baik itu sebagai calon presiden, wakil presiden atau calon ketua partai politik.

Megawati Soekarno Putri, mantan presiden dan sekarang ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), telah secara resmi dicalonkan partainya untuk bertarung kembali merebut kekuasaan. Dia adalah putri sulung mantan presiden pertama Indonesia Soekarno. Selain mempersiapkan dirinya sebagai calon presiden, Mega juga sekarang nampaknya sedang mempersiapkan anaknya Puan Maharani untuk terjun ke politik.

Sementara itu mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disinyalir sedang berusaha mempopulerkan anak perempuannya Zanuba Arifah Chafsoh (Yenni) Wahid sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Yenni sekarang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bahkan disinyalir, Yenni akan dipromosikan sebagai ketua umum partai sebelum nantinya dicalonkan menjadi presiden pada tahun 2014.

Meskipun tidak resmi dicalonkan sebagai calon presiden, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) disebut-sebut sebagai pelanjut dinasti Soeharto yang bisa diharapkan terjun ke dunia politik. Tutut disinyalir punya kans untuk terus berkarir di panggung politik lewat Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan R. Hartono.

Yang menarik adalah, dari ketiga dinasti Soekarno, Soeharto dan Gus Dur, semua penerusnya adalah perempuan. Ini berarti di tahun-tahun yang akan datang perebutan simpati masyarakat akan terfokus pada tiga srikandi penerus dinasti tersebut yaitu Puan, Tutut dan Yenni. Kelihatannya pada jangka pendek yaitu pemilu 2009, ketiga calon ini tidak akan bersaing pada tingkat pemilihan presiden. Mereka nampaknya disiapkan untuk pimpinan Indonesia massa depan, paling tidak pada pemilu 2014. Tetapi ketiganya disinyalir akan terus mempopularkan diri di panggung politik Indonesia, baik sebagai pimpinan partai politik atau posisi-posisi strategis lain di kancah politik Indonesia sebagai modal untuk pemilu 2014.

Pada pemilu 2009, persaingan masih akan berlangsung antara orang tua dari srikandi-srikandi tersebut yaitu antara Gus Dur yang sudah dicalonkan oleh PKB dan Megawati dari PDIP. Para calon presiden dari sipil ini akan bersaing dengan calon purnawirawan jendral dari militer.

Generals’ Election, bukan General Election

Dari kalangan militer sudah beberapa tokoh mantan jendral berbintang empat disinyalir siap meramaikan pertarungan memperebutkan posisi presiden RI.

Yang paling berpeluang diantara purnawirawan jenderal tentunya adalah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sekarang masih menjadi presiden. Peluang SBY akan sangat bergantung pada performance-nya di tahun 2008 ini yang merupakan tahun terakhir SBY menjalankan pemerintahannya sebelum pemilu April 2009. Jika SBY mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat pada tahun ini, akan mudah bagi SBY untuk terpilih kembali menjadi presiden. Jika tidak, bukan tidak mungkin pamor SBY semakin turun.

Setelah SBY, mantan jenderal yang cukup berpeluang dan sedang mempromosikan partainya adalah Wiranto lewat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Meskipun partai ini merupakan partai baru, tapi disinyalir sudah cukup popular di seluruh Indonesia. Dengan dana yang besar dan popularitasnya di masyarakat, Wiranto disinyalir akan menjadi saingan terkuat SBY pada pemilu 2009. Bahkan banyak anggota tim sukses SBY dari Partai Demokrat yang menyebrang menjadi pendukung Wiranto. Kelebihan Wiranto dimata public Indonesia adalah ketegasannya dalam mengambil keputusan politik, tidak seperti SBY yang walaupun jenderal tetapi dipandang sebagai kurang tegas dan terlalu hati-hati dalam membuat keputusan.

Mantan jenderal yang lain adalah Soetiyoso. Dia adalah mantan gubernur Jakarta yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden. Meskipun belum ada partai yang secara resmi mengajukannya sebagai calon presiden, nampaknya tidak akan susah bagi Soetiyoso untuk mendapatkannya. Pengalamnya membenahi Jakarta yang dianggap berhasil dan sikapnya yang tegas dalam membuat keputusan merupakan kekuatan pribadinya. Jika Soetiyoso bisa mendapatkan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang sekarang sedang intensif didiekatinya, bukan tidak mungkin peluang Soetiyoso semakin besar.

Selain ketiga purnawirawan di atas, ada beberapa mantan jenderal lain yang dipandang mempunyai kans untuk meramaikan politik Indonesia yaitu Agum Gumelar, Ryamizad Ryacudu dan jendral Polisi Soetanto yang sekarang masih menjabat sebagai Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri).

Siapa yang paling berpeluang?

Jika melihat kalkulasi dan dinamika politik sekarang, nampaknya siapa yang akan berpeluang memenangkan pemilihan presiden 2009 akan ditentukan oleh sejauhmana kejelian sang calon memilih pasangannya sebagai wakil presiden.

Selain nama-nama di atas yang berpeluang ikut bertarung menjadi pasangan calon dan wakil presiden Indonesia 2009 dari kalangan sipil non-militer adalah Jusuf Kalla (sekarang wapres), Hidayat Nurwahid (sekarang ketua MPR), Akbar Tanjung (mantan ketua Golkar), Din Syamsuddin (sekarang ketua Muhammadiyah) dan Hasym Muzadi (sekarang ketua Nahdhatul Ulama).

Nampaknya jika Jusuf Kalla mencalonkan diri sebagai presiden, maka SBY akan menggaet Akbar Tanjung untuk memecahkan suara Golkar. Sehingga pasangan calon presiden akan bersaing antara, SBY, Megawati, Jusuf Kalla, Gus Dur, Wiranto dan Sutiyoso. Pemenangnya akan sangat ditentukan oleh siapa calon wakilnya. Jika megawati bisa menggandeng Din Syamsuddin atau Hasym Mujadi, bukan tidak mungkin Mega akan memenangi pemilihan dan bersaing ketat dengan pasangan SBY-Akbar Tanjung, Gus Dur- Agum atau Wiranto-Hidayat Nurwahid. Sangat susah memang menebaknya siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Kekuatannya akan jelas ketika masing-masing calon presiden sudah menentukan pasangannya sebagai wakil presiden dan pemilihan anggota legislative sudah dilaksanakan. Yang pasti persaingan antara calon-calon dari sipil baik yang sudah lama dikenal lewat dinasti orang tuanya ataupun calon sipil yang baru dengan calon-calon dari mantan jenderal akan meramaikan politik Indonesia di masa yang akan datang. Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: