Memahami Kemenangan Ahmadinejad di Iran

BH, 04/07/05

ahmadinejad1.jpgKemenangan tokoh ultra konservatif, Mahmoud Ahmadinejad, yang sangat ditakuti Barat terutama Amerika, menjadi Presiden Iran membuat para pengamat politik di seluruh dunia terhenyak.Kemenangan itu seolah memutarbalikan ramalan para pemerhati politik Timur Tengah dan juga mengecewakan harapan ‘para pejuang’ demokrasi di Barat yang menginginkan proses demokratisiasi di Iran terus berlanjut dan kekuasaan jatuh ke tangan pemimpin moderat Ayatollah Ali-Akbar Hashemi Rafsanjani.

Tidak hanya masyarakat dunia yang kaget dengan kemenangan itu, bahkan rakyat Iran sendiri (selain pendukungnya) masih banyak yang bertanya-tanya tentang siapa presiden keenam mereka. Ahmadinejad? Who is he? Demikian tulis salah satu situs internet ‘Iran Focus’, yang sering mengangkat isu-isu politik, ekonomi dan proses demokratisasi di Iran.

Keheranan masyarakat Iran sudah muncul ketika sang tokoh ultra konservatif itu melenggang ke putaran kedua pemilu Iran menantang politisi gaek yang pernah menjabat Presiden dari kalangan ulama yaitu Ayatollah Ali-Akbar Hashemi Rafsanjani.

Dalam putaran pertama, Ahmadinejad menduduki peringakt kedua setelah Rafsanjani dan mengalahkan calon-calon lain seperti Mostafa Moin (tokoh moderat lain yang di dukung Negara-negara Eropa), Mehdi Karroubi, Mohammad-Baqer Qalibaf, Ali Larijani, Mohsen Mehralizadeh, dan Mohsen Rezai.

Sampai putaran pertama, masyarakat dan para pemerhati politik Timur Tengah masih yakin bahwa Rafsanjani tokoh moderat Iran akan memenangkan pemilihan umum dan suara lima calon lain akan beralih kepadanya.

Ternyata prediksi itu melesat.Dengan kemenangan itu, banyak orang yang bertanya-tanya siapa presiden baru Iran itu? Mengapa dia bisa mengalahkan sang tokoh reformis Rafsanjani? Bagaimana kira-kira politik luar negeri Iran di bawah kepemimpinannya?

Siapa Ahmadinejad?

Lahir di kota Garmsar, sebelah timur kota Teheran pada tahun 1956, Mahmoed Ahmadinejad adalah anak keempat dari tujuh bersaudara dari sebuah keluarga buruh. Bagi para pendukungnya, kemenangan sang presiden tidaklah terlalu mengagetkan. Ahmadinejad adalah tokoh yang mereka jadikan symbol untuk mengganti pemerintahan lama yang dianggap terlalu lemah, terlalu pro-Barat dan korup, sehingga mereka memerlukan perubahan.

Sang presiden terpilih sebenarnya sudah aktif menjadi aktivis mahasiswa dan pergerakan politik sejak revolusi Iran tahun 1979. Bahkan ada yang berpendapat bahwa dia pernah ikut menduduki Kedubes Amerika di Teheran pada masa revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini. Dia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jendral Provinsi Ardebil pada masa perang Iran-Irak tahun 1980-1988. Puncak karir politiknya sebelum terpilih menjadi presiden baru Iran adalah sebagai Walikota Teheran yang ia jabat sejak April 2003.

Mengapa Kaum Reformis Kalah?

Paling tidak ada tiga alasan yang bisa dikedepankan mengapa Ahmadinejad, seorang tokoh ultra konservatif berusia 49 tahun, bisa tampil sebagai pemenang pemilu di Iran.

Pertama, Ahmadinejad disimbolkan sebagai tokoh yang bersih (meskipun keras dan konservatif) berhadapan dengan mantan presiden Rafsanjani yang dianggap oleh banyak kalangan di Iran sebagai korup dan syarat KKN.Seorang ahli sosiologi dari Universitas Teheran, Ali Yarandi, mengatakan bahwa presiden terpilih Ahmadinejad diuntungkan oleh dukungan dari organisasi Garda Revolusi yang sangat anti Rafsanjani dan membencinya karena dipandang sebagai symbol mantan presiden yang korup dan syarat KKN. Nampaknya karena alasan inilah, para pemilih di Iran (yang pada putaran pertama tidak memilih Ahmadinejad ataupun Rafsanjani) melimpahkan suaranya kepada Ahmadinejad ketika pada putaran kedua tinggal menyisakan dua tokoh tersebut.

Kedua, Ahmadinejad disimbolkan sebagai pemimpin yang diharapkan mampu menyuarakan kepentingan rakyat kecil untuk memberantas kemiskinan dan ketimpangan social di Iran. ‘He remind me that there are still the poor and the uncared for’, demikian tulis salah seorang pendukungnya. Mereka seolah menemukan seorang tokoh yang dianggap mampu menyuarakan rakyat jelata yang masih banyak terbengkalai secara ekonomi di Iran. Padahal semua orang tahu bahwa Iran adalah negara pengekspor minyak terbesar kedua di dunia. Masyarakat Iran nampaknya kurang puas dengan kepemimpinan presiden-presiden terdahulu dari kaum moderat dan reformis, termasuk Rafsanjani, yang mereka anggap gagal meningkatkan taraf hidup ekonomi Iran.

Ketiga, Ahmadinejad disimbolkan sebagai tokoh yang diharapkan mampu bersikap keras terhadap Barat dan mengembalikan rasa percaya diri bangsa Iran. Tak heran, ketika kampanye untuk pemilihan Presiden, Ahmadinejad dengan lantang mengkritik pemerintah berkuasa yang sangat lembek terhadap tekanan Eropa dan Amerika terutama dalam masalah program nuklir, mendapat sambutan hangat yang luar biasa dari para pendukungnya.Dalam janji kampanyenya, Ahmadinejad mengatakan bahwa jika dia terpilih menjadi presiden maka kebijakan luar negeri dan keamanan pemerintahannya tidak akan terlalu menghiraukan pada kritikan Barat atau Eropa.

Mengomentari program nuklir Iran, Ahmadinejad mengatakan: ‘Nuclear energy is a result of Iranian people’s scientific development, and no one can block the way of a nation’s scientific development“. Demikian Ahmadinejad dengan percaya diri mengatakan hal itu ketika baru saja ia memberikan hak pilihnya pada Jumat lalu.Kritikan Presiden Amerika yang jauh-jauh hari bahkan sebelum pemilu di gelar sudah menyatakan bahwa apa pun hasil pemilu di Iran, Negara Mulah ini akan dikuasai oleh orang-orang yang menyebarkan teror ke seluruh dunia, justru dijadikan senjata pembakar semangat masa pendukungnya oleh Ahmadinejad dengan mengatakan bahwa “setiap suara yang diberikan oleh pendukungnya sama dengan sebuah peluru untuk menampar Amerika. Lebih jauh Ahmadinejad mengatakan: “What they (Western countries) have is not democracy, but rule of trickery. It’s parties and capitalists who get the vote of the people in their own favour to fill their pockets.

Tantangan Kedepan?

Nampaknya semangat untuk tidak tunduk terhadap Barat khususnya Amerika dan kemampuannya untuk meyakinkan rakyat bahwa dia mampu lebih mensejahterakan dan memperhatikan rakyat miskin Iran menjadi pertimbangan para pemilihnya pada putaran kedua ini.Tak heran kalau dalam jumpa pers pertamanya, sang Presiden terpilih dengan lantang mengatakan bahwa Iran tak mempunyai kebutuhan mendesak untuk berhubungan dengan Amerika serikat.Sekarang, setelah terpilih menjadi Presiden keenam Iran, mampukah Ahmadinejad membuktikan janji-janjinya untuk membawa Iran kearah yang lebih maju secara ekonomi, stabil secara politik, dan tidak tunduk kepada kepentingan Amerika dan Eropa.

Meskipun waktu yang akan menjawabnya, nampaknya presiden terpilih harus bekerja keras untuk membuktikannya. Selain harus mampu mempersatukan kembali rakyat Iran yang terbelah menjadi beberapa kubu sebelum pemilu, Ahmadiinejad juga harus mampu memainkan diplomasi politiknya.Disatu sisi dia harus berani dan tidak terlalu lemah terhadap tekanan Amerika dan Negara Barat lainnya, terutama dalam maslah nuklir, sebagaimana harapan para pendukungnya. Tetapi disisi lain, dia juga harus mampu bersikap demokratis dan meyakinkan Negara-negara lain untuk ikut bersama-sama membangun Negara Iran yang demokratis dan maju. Bukankah dalam masyarakat dunia yang semakin mengglobal, adalah sulit untuk tidak bekerjasama dengan negara-negara lain termasuk Amerika dalam membangun ekonomi dan politik sebuah bangsa. Mampukah sang presiden terpilih mewujudkan ambisinya untuk menjadikan Iran sebagai negara yang kuat, Islami dan demokratis sebagaimana dia janjikan?. Wallahu A’lam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: