Agama dan Pelestarian Lingkungan

MI, 12-07/02 

Science bagaimana pun juga memerlukan agama, paling tidak ketika  membicarakan perubahan iklim global di dunia ini, demikian Mary Evelyn menulis dalam Jurnal Daedalus edisi Musim Semi 2001. Senada dengan Evelyn, McKibben, seorang ahli lingkungan memperingatkan kita bahwa lebih dari satu dekade yang lalu, global warming (panas bumi global) adalah tanda berakhirnya alam.  Dan ini akan menjadi issue yang paling menantang di dunia, termasuk agamawan dan nilai-nilai agama. Karenanya, sebagaimana agama mampu berperan penting dalam membangun perubahan sosial politik, agama juga ditantang pada abad 21 ini untuk mempunyai kontribusi dalam pemecahan masalah lingkungan.

Agama adalah sesuatu yang bukan hanya sekedar kepercayaan terhadap sesuatu yang transenden (Tuhan) atau kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Agama juga harus berarti orientasi terhadap kosmos dan bagaimana peran kita di dunia. Kita mengerti bahwa dalam arti yang luas agama juga adalah berarti bagaimana manusia mengenal batas-batas realitas dan bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Agama sering berbicara tentang kisah-kisah kosmologis, sistem dan simbol, praktek ritual, norma dan etika, proses sejarah, dan struktur institusi yg mentransmisikan pandangan bahwa manusia sebagai bagian yang menyatu di dunia mempunyai arti dan tanggung jawab terhadap alam.

Meskipun kita sadar bahwa setiap agama mempunyai perannya sendiri-sendiri dalam menyikapi kerusakan lingkungan, paling tidak variasi perspektif agama tentang lingkungan bisa membantu mengidentifikasi masalah dan memecahkannya. Sejarawan Lynn White (1968) pernah menulis dalam The Historic Roots of our Ecologic Crisis: “Apa yang orang lakukan terhadap lingkungan sangat tergantung kepada apa yg mereka pikirkan tentang diri mereka hubungannya dengan lingkungan”. Disinilah perlunya agama yang biasanya berisi doktrin-doktrin kepercayaan yang bisa menggerakan penganutnya untuk berbuat. Doktrin tentang hubungan antara manusia dan lingkungan yang dijelaskan agama, biasanya akan sangat berpengaruh secara signifikan terhadap apresiasi umat beragama terhadap lingkungan. Dengan kata lain, berkenaan dengan pelestarian lingkungan, agama-agama di harapkan mampu menjawab pertanyaan: Apa hubungan manusia dan lingkungan, bagaimana teks sakral berbicara tentang lingkungan dan nilai agama yang bagaimana yang bisa mendorong effektifnya etika lingkungan. Sebagai contoh, kita lihat bagaimana doktrin Islam tentang lingkungan yang bisa menggerakan umatnya untuk dengan penuh kesadaran berusaha menyelamatkan lingkungan.

Islam dan Lingkungan Hidup

Dalam menjelaskan hubungan antara Islam dan lingkungan hidup, dengan serta merta orang akan berpaling kepada  Al-Quran sebagai panduan utama keberagamaan umat Islam. Bagaimana Al-Quran berbicara tentang kosmos? Dalam menjawab pertanyaan tentang hubungan alam dengan manusia, Normanul Haq (2001) menyebutkan bahwa Al-Quran berbicara tentang tiga level yang simultan: metapisika, naturalistik dan manusia.                                                                            

Ketiga level realitas dalam bahasa Quran itu tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan, antara, wahyu (Tuhan), alam dan manusia. Hubungan ini merupakan sesuatu yang penting dan fundamental, ketika membicarakan rekonstruksi kosmologis  dalam Al-Qur’an. Kita bisa melihat bahwa historical-naturalistic erat berhubungan dengan transendental-eternal, dan ini berarti bahwa tidak ada pemisahan ontologis antara wahyu dan alam lingkungan. Dalam naluri psikologis manusia, semuanya ini menggerakan manusia untuk bagaimana bersikap terhadap lingkungannya. Penciptaan alam bagi manusia adalah sebagai sarana untuk berfikir (QS 3:190).

Al-Quran menekankan signifikansi transenden dari alam, karena alam tidak bisa menjelaskan kejadian dengan sendirinya. Alam dalam bahasa Al-Quran sebagai “tanda” akan adanya sesuatu di luar dirinya, yang menunjuk kepada suatu entitas  transenden (QS 6:97-99). Makanya alam adalah symbol adanya Tuhan, yang berarti bahwa Tuhan berbicara kepada manusia lewat alam.

Jika seseorang dengan analisa lebih dalam melihat bagaimana Al-Quran berbicara tentang penciptaan alam, menurut Normanul Haq, paling tidak ada tiga perspektif karakteristik alam: Pertama, bahwa fenomena alam mempunyai regularitas, keseimbangan yang koheren dan elegan (QS 27:88). Kedua, alam tidak mempunyai garansi untuk exsis dengan sendirinya, dan terakhir,  alam adalah penjelmaan dari kasih sayang Tuhan atau dengan kata lain, kasih sayang Tuhan dimanifestasikan dalam penciptaan alam.

Dengan doktrin adanya hubungan erat antara transendensi Tuhan dengan penciptaan alam, maka umat Islam memandang bahwa keseimbangan alam adalah manifestasi kasih sayang Tuhan kepada Manusia. Karena alam adalah tanda adanya realitas yang transenden dan bukti kasih sayang-Nya, maka penghargaan manusia terhadap alam adalah sesuatu yang unavoidable. Tidak adanya sikap melestarikan keseimbangan alam atau bahkan dengan sengaja membuat kerusakan dimuka bumi berarti tidak menghargai kasih sayang yang diberikan oleh Dzat yang transenden dan dengan otomatis berarti berdosa.

Permasalahannya adalah, meskipun adanya doktrin yang dipunyai oleh setiap agama lewat teks sakralnya untuk pelestarian alam, manusia lebih banyak lupa untuk mempraktekannya. Disinilah tantangan bagi para agamawan untuk menyadarkan para penganutnya bagaimana “membumikan” nilai-nilai sakral kedalam kehidupan real di masyarakat, dalam hal ini bagaimana meningkankan kesadaran pemeluk agama untuk pelestarian alam. Bukankah manusia adalah Khalifah di muka bumi? Wallahu a’lam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: