Tengkarah Nikah Kontrak

January 9, 2010

BH, 14/10/09

Kalau saya sedang bepergian ke luar negara terutama Australia, maka tempat yang terkenal dan selalu ditanyakan kepada saya oleh mereka adalah Bali. Bagi mereka Bali bahkan lebih terkenal daripada Jakarta. Tentunya karena Bali terkenal dengan keindahan pantai, kaya budaya dan bermacam-macam tempat wisata lainnya.

Tetapi, apabila saya pergi ke negara Timur Tengah atau bertemu dengan orang Timur Tengah disebuah confrence dan tahu saya berasal dari Bandung-Jawa Barat, tempat pertama yang mereka tanyakan adalah Puncak, Bogor.

Tadinya saya menyangka bahwa Puncak terkenal oleh orang Timur Tengah karena tempatnya yang sejuk, pemandangannya yang indah dengan hamparan pohon-pohon teh yang hijau. Tetapi ternyata bukan pemandangan pegunungannya yang mereka kagumi.

Lalu apa yang membuat Puncak terkenal dimata orang Timur Tengah? Read the rest of this entry »


Dari Mesjid dan Penjara Melawan Terrorisme

January 6, 2010

BH, 30/09/09

Apa hubungan antara mesjid dan penjara? Dua tempat itu sepertinya tidak ada hubungannya bahkan terkesan saling bertolak belakang.

Memangnya, jika mendengar kata penjara, orang akan langsung terbayang sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang dihukum karena perbuatan kriminal, jahat dan nista.

Sementara kalau mendengar kata masjid, orang akan langsung menunjuk tempat suci dimana orang Islam yang sholeh beribadah mendekatkan diri kepada Allah.

Setiap Muslim akan dengan senang hati pergi ke mesjid yang sering disebut sebagai ’Rumah Allah’ untuk mengagungkan nama-Nya, bertaqorub dan menjalankan segala kebajikan.

Sementara untuk penjara, banyak orang yang berdo’a agar anak dan keturunannya dijauhkan dari segala kejahatan yang akan menyebabkan seseorang harus mendekam di ’hotel prodeo’ ini.

Tapi tunggu dulu. Di indonesia, antara mesjid dan penjara mempunyai hubungan yang cukup signifikan. Ini dikarenakan hampir disetiap area penjara (atau dikenal dengan sebutan Lembaga Pemasyarakatan/LP) selalu ada mesjid. Read the rest of this entry »


Kultur Bertetangga di Kampong Perlu Dipertahankan

January 5, 2010

BH, 23/09/09

Sebuah surat kabar besar di Melbourne, Australia, Herald Sun, pada 17 September lalu memberitakan bahwa seorang ayah telah memperkosa anaknya selama 30 tahun sejak tahun 1970-an hingga mempunyai empat anak.

Kasus ini mengingatkan kita kepada kebiadaban seorang berkebangsaan Austria bernama Josef Fritzl  yang menyekap putrinya sendiri Elisabeth Fritzl selama 24 tahun, pada tahun 2007.

Makanya, koran Herald Sun menulis dalam headline surat kabar tersebut sebagai Australian ‘Fritzl’ fathered all of daughter’s children.

Dua kasus di negara Barat ini cukup mengejutkan karena dua kasus penyekapan dan pemerkosaan tersebut berlangsung lama dan tidak diketahui oleh tetangga kedua pelaku. Read the rest of this entry »


Musibah Gempa Setelah Pilihan Raya

January 4, 2010

BH, 16/09/09

Sejak peristiwa gempa bumi di Aceh yang disertai gelombang tsunami pada Desember 2004, beberapa kali Indonesia di guncang gempa. Sebut saja gempa Nias (Maret 2005), Yogyakarta (Juni 2006), Pangandaran (Juli 2006), Bengkulu dan Mentawai (September 2007) dan terakhir gempa Tasikmalaya (September 2009).

Diantara gempa-gempa itu, gempa di Aceh dan Tasikmalaya merupakan yang terbesar jika diukur dari skala richter yaitu 8,9 dan 7,3.

Anehnya, ada yang menghubung-hubungkan musibah gempa bumi Aceh dan Tasikmalaya dengan urusan politik yaitu kepemimpinan Dr. Yudhoyono sebagai presiden Indonesia.

Memangnya, gempa Aceh terjadi ketika Pak Yudhoyono baru saja diangkat menjadi presiden untuk periode (2004-2009) dan gempa Tasikmalaya terjadi diakhir masa jabatan Yudhoyono periode pertama menjelang dilantik untuk periode kedua (2009-2014) pada 20 Oktober bulan hadapan. Read the rest of this entry »


Tengkarah Fatwa Haram Mengemis

January 3, 2010

BH, 09/09/09

Bacalah di koran hari ini

Dua orang lelaki tua dan muda

Mati bersama berpelukan

Pencopet tua dan pengemis sahabat sejati

(Ebiet G. Ade)

Itulah bagian dari syair lagu yang dikumandangkan penyanyi balada Indonesia Ebiet. G. Ade berjudul ‘Pengemis dan Tukang Copet.’

Lagu itu sungguh menyentuh hati karena menggambarkan bagaimana kemiskinan telah menyebabkan dua anak manusia terpaksa menjalani profesi sebagai pengemis dan pencopet.

Si kakek tua terpaksa mencopet karena tidak mampu lagi bekerja sementara si anak terpaksa mengemis karena hidup sebatang kara (tidak punya orang tua dan sanak saudara).

Persamaan nasib menghadapi beratnya hidup telah mengantarkan mereka menjadi sahabat sejati sampai ajal menjemput mereka bersamaan.

Seandainya keadaan pengemis seperti yang digambarkan Ebiet memang benar adanya, apakah tepat jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram menjadi pengemis?

Memangnya MUI Sumenep, Madura, Jawa Timur, baru-baru ini mengeluarkan fatwa haram mengemis. Fatwa ini juga di dukung oleh MUI pusat di Jakarta dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Read the rest of this entry »


Ramadhan “Big Sale”

January 3, 2010

BH, 26/08/09

Satu hari sebelum menyambut datangnya bulan Ramadhan saya mendapatkan banyak sms (short message service) dan e-mel dari sahabat dan saudara dekat.

Rata-rata mereka memohon maaf apabila pernah melakukan kesalahan sambil tak lupa mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa.

Tentunya tradisi meminta maaf menjelang puasa ini alangkah baik dan perlu dilestarikan. Ini ertinya orang masih sadar dan ingat bahwa selama mereka berinteraksi social dengan sesama manusia selalu ada kesalahan dan khilaf, karena memang manusia adalah mahalul khoto wa nisyan (tempat berbuat salah dan lupa).

Selain tradisi menyucikan diri meminta maaf, kebiasaan lain masyarakat Indonesia menyambut ramadhan adalah berziarah kubur.

Ini juga kebiasaan yang baik iaitu sebagai pengingat bahwa pada akhirnya manusia akan meninggal. Sekaya dan setinggi apapun jabatan seseorang, pada akhirnya akan dikuburkan dengan hanya membawa selembar kain putih yang membalutnya. Tidak lebih. Read the rest of this entry »


KRL dan Potret Wong Cilik

January 1, 2010

BH, 19/08/09

Naik Kereta Api Tut…Tut…Tut

Siapa Hendak Turut, Ke Bandung, Surabaya

Bolehlah naik Dengan Percuma

Ayo Kawanku Lekas Naik, Keretaku Tak berhenti Lama

(Naik Kereta Api: Ciptaan Ibu Sud)

Itulah salah satu syair lagu populer anak-anak yang sering dinyanyikan oleh para pelajar Taman Kanak-kanak atau Tadika di Indonesia.

Tidak ada data akurat kapan lagu itu mulai diciptakan dan dinyanyikan. Yang pasti sejak saya masih belajar di tadika pada tahun 1979, lagu itu sudah populer.

Syairnya yang mudah dihapal dan irama lagunya yang riang membuat anak-anak senang dan gembira ketika menyanyikannya. Para guru biasanya menyanyikan lagu itu sambil mengenalkan sebuah kendaraan panjang bernama kereta api kepada anak-anak.

Meskipun ada yang mengkritik bahwa lagu itu kurang mendidik karena salah satu liriknya mengajarkan anak-anak untuk tidak bayar ketika naik kereta api, toh anak-anak merasa senang dan takjub dengan kendaraan berlokomotif yang berbunyi tut tut itu. Read the rest of this entry »


Tengkarah Pengiriman TKI Ke Luar Negara

December 30, 2009

BH, 05/08/09

Jika anda sedang berada di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dan melihat rombongan wanita berkerudung yang sedang duduk dilantai sambil berbual dan disampingnya banyak bag-bag besar, maka bisa dipastikan mereka adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat bekerja di luar negara.

Begitu juga di Bandara Changi, para TKI yang sedang transit untuk berangkat ke Timur Tengah banyak kita jumpai dan mudah dikenali.

Dari sederhananya cara berpakaian dan penampilan seadanya, adalah sangat mudah membedakan para TKI ini dengan calon penumpang lainnya yang akan bepergian bisnis, berlibur atau sekolah ke luar negara.

Para TKI ini adalah para ”pahlawan (wira) devisa negara” yang banyak bekerja di Saudi Arabia, Malaysia, Korea atau juga Singapura.

Meskipun kebanyakan mereka berasal dari desa atau kampung-kampung di Indonesia dan bekerja di sektor non-formal (kebanyakannya menjadi pembantu rumah tangga), jasa mereka terhadap negara amatlah besar. Kira-kira 3,3 milliar dollar Amerika per tahun, devisa Indonesia disumbang oleh para TKI ini. Read the rest of this entry »


Yogya: Kembali Bersepeda Demi Lingkungan

December 29, 2009

BH, 08/07/09

Siapa tak kenal Yogyakarta atau Yogya? Kota ini merupakan salah satu kota tujuan wisata terkenal di Indonesia. Jalan Malioboro, budaya makan lesehan, biaya hidup yang murah dan sebutan kota pelajar telah menjadi ikon bagi kota ini.

Sejak abad 18 dan puncaknya di tahun 1970-an sampai awal 1990-an, kota ini juga terkenal dengan budaya bersepeda ”onthel” (sepeda unta). Kalau pergi ke Yogya di era itu, anda akan disuguhi pemandangan hilir mudik orang bersepeda di jalan-jalan utama di Yogyakarta. Tua-muda, kaya-miskin, pejabat ataupun rakyat tanpa sungkan akan mengayuh sepeda ketika bepergian. Ke sekolah, ke kantor, ke pasar ataupun hanya sekedar jalan-jalan santai di sore hari, masyarakat Yogya lebih senang menggunakan sepeda.

Tapi cobalah anda pergi ke Yogya sekarang, pemandangan indah dan suasana teduh melihat orang naik sepeda sudah digantikan dengan kemacetan dan polusi udara para pengendara sepeda motor. Pengalaman seperti inilah yang saya lihat dan rasakan ketika minggu lepas bepergian ke Yogya.

Keramahan penduduk bersepeda yang menyapa di jalanan sambil melambaikan tangan, telah tergantikan oleh bisingnya suara klakson (horn) dan berebut jalan ingin saling mendahului para pengendara sepeda motor. Read the rest of this entry »


Suramadu: Ikon Baru Indonesia atau Kampen Politik Penguasa?

June 17, 2009

BH, 17/06/09

Tanggal 10 Juni lepas, bangsa Indonesia khususnya warga Jawa Timur menjadi saksi lahirnya satu lagi ikon Indonesia iaitu diresmikannya jembatan Suramadu.

Jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dan pulau Madura (disingkat Suramadu) nampaknya akan melengkapi ikon lain Indonesia seperti Candi Borobudur (Magelang) dan Tugu Monas (Jakarta).

Disebut-sebut sebagai jembatan terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang 5.438 meter dan lebar 30 meter, jembatan ini menghabisakan biaya sebesar 5,7 triliun rupiah.

Sayangnya, kebanggaan lahirnya ikon baru Indonesia itu seolah ternoda oleh isu-isu politik yang kurang menyenangkan dan menjadi tengkarah.

Memangnya, peresmian jembatan yang dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tepat satu bulan sebelum pilihan presiden.

Para pengamat politik di Indonesia akhirnya ramai menghubungkan peresmian jembatan itu dengan usaha Dr. Yudhoyono menambahkan image bahwa pemerintahannya berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan prestisius yang merupakan salah satu landmark Indonesia dan menarik pengundi untuk memilihnya kembali sebagai presiden. Read the rest of this entry »